Google Googles: Business Model and SCAMPER

Have you heard of Google Googles? Well, it is a downloadable recognition of image application created by Google, which can be currently found on the Mobile Apps page of Google Mobile. It is used for searches based on pictures taken by handheld devices. For example, taking a picture of a famous landmark would search for information about it, or taking a picture of a product’s barcode will search for information on the product. This post will present the business model of Google Googles and the SCAMPER method for it.

BUSINESS MODEL: For the business model for Google Googles, their core ability, as in the internal focus, is to make searches much easier, higher speed, more real-time, depicted in a picture. As for the partner for network is the phones that are based on the Android platform, local ventures registered in the applications, and media partners. The activity configuration is to make searches easier as they have good capability, along with the pictures taken in a real time manner. Their value proposition is making searches to be more futuristic, and high-tech accented, for those who adapt advanced technology. They may increase the customer relationship through events and competitions regarding the apps, or special offers with the registered ventures. They have only one distribution channel, the internet. And their target audience is earlier adapters. As for their revenue, it will most like come from advertisements of the firms. The cost structure are built by the cost of research, marketing, and product maintenance. 

SCAMPER:

1. Substitute: Change the online search methods into offline application for PC, laptop, tablets, or smartphones. Then, the application can be updated every seconds.

2. Combine: Customer could find picture via Google Goggles offline application. So, it doesn’t need to be connected to the internet.

3. Adapt: Online system keeps update.

4. Modify: The online system could be the place for sharing pictures gained based on search, share to social medias (twitter, Facebook etc), social applications (instagram, path, etc) or blog (wordpress, blogspot, tumblr, etc).

5. Put to other Use: Google Goggles is not only become picture-based search engine, but also as an online-sharing place for customers.

6. Eliminate: Customers are not obliged to be online, because Google Goggles is available as an offline application also.

7. Re-arrange: Switch the purpose of Google Goggles as picture-based search engine to an attractive online-sharing media.

SCAMPER STRATEGY

SCAMPER strategy adalah strategi yang dapat digunakan untuk membantu kita menghasilkan ide-ide baru atau alternatif. SCAMPER sendiri merupakan singkatan dari Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to other uses, Eliminate, Reverse/Rearange. SCAMPER dapat membantu kita mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan imajinatif agar bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik dalam suatu proses. 

Pada post ini, saya akan menggunakan strategi SCAMPER dengan tujuan untuk meningkatkan inovasi di SBM-ITB.

1. Substitute (Pengganti)

Sistem kelas diubah menjadi sistem kelas online yang integrative dan ciamik. Mutu portal website SBM-ITB harus ditingkatkan, jangan dibiarkan standar selalu dan minim informasi sehingga terlihat tidak dikelola dengan serius.

2. Combine (Menyatukan)

Semua bahan ajar-mengajar, jaringan blog yang isinya lengkap dengan berbagai informasi itu terkoneksi denganmedia-media sosial seperti Facebook, Twitter, Tumblr, dll supaya sistem pembelajaran menjadi semakin efisien.

3. Adapt (Beradaptasi)

Menjadwalkan satu atau dua hari dalam sebulan bagi mahasiswa untuk memilih lokasi yang paling enak untuk mereka belajar. Jadi, tidak selamanya di kelas.

4. Modify (Memodifikasi)

Perpustakaan yang dibuat menjadi lebih enak untuk mahasiswa nongkrong berjam-jam disana. Suasana dibuat menjadi lebih interaktif dengan ditambahkan kafetaria, jika perlu ada STARBUCKS atau tempat nongkrong asik lainnya, juga ada toko buku branded seperti Times, dll tetapi dengan “harga mahasiswa”. 

5. Put to other uses (Menempatkan pandangan yang berbeda)

Menciptakan pandangan bahwa waktu yang dihabiskan oleh mahasiswa di SBM-ITB yang “fun” dan penuh petualangan ini tidak hanya memberi kesempatan pada mereka untuk memperoleh kualifikasi akademik, namun juga dengan pengalaman berharga dalam dunia nyata, dimana mereka akan memberikan manfaat yang baik ketika mereka menuju dunia pekerjaan.

6. Eliminate (Menghilangkan)

Bagi semua yang terlibat sebagai pengelola program SBM-ITB, hentikan kebiasaan “hanya” pandai bicara tentang kemajuan era digital, dan sebagainya. Akan tetapi, jadilah sekolah bisnis yang berhasil menerjemahkan teori tentang abad digital itu kedalam kenyataan. Utamakan aktivitas pembelajaran online mulai sekarang.

7. Reverse/Rearange (Mengatur ulang/membalikkan urutan)

Ubah kurikulum yang hanya cenderung kea rah akademis, text book based, tetapi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar sekarang. Selain mengupayakan lulusannya menjadi ahli manajemen/bisnis yang memilki daya analisis tajam, ciptakan pula proses belajar yang interaktif dan menyenangkan supaya bisa menghasilkan orang-orang yang bisa menghasilkan ide-ide besar.

Terimakasih :)

BizModel of Facebook (Assignment #7)

Image

1.     Customer Segment

Seperti kita semua tahu, pelanggan adalah inti dari semua model bisnis. Tanpa pelanggan (yang merupakan sumber keuntungan perusahaan), tidak ada perusahaan yang mampu bertahan dalam waktu lama. Segmen pelanggan facebook adalah semua pengguna internet (karena semua orang adalah makhluk sosial dan semua pengguna internet adalah manusia), kemudian facebook game and application developers, dimana mereka bisa menambahkan fitur-fitur sosial ke dalam games mereka yang memungkinkan para pemainnya mendapatkan social experiences yang lebih, dan micro advertisers. Facebook juga membuka ruang bagi orang-orang yang ingin memasang iklan produk mereka. Para pengusaha mikro (Small Medium Enterprise) juga dapat menjalankan usahanya lewat situs sosial ini.

2.     Value Propositions

Bagian ini menggambarkan bagaimana produk dan jasa yang diperuntukkan bagi segmen pelanggan bergabung dan menciptakan “nilai” bagi mereka. Proporsi nilai yang Facebook ciptakan adalah a platform of social network. Seperti kita ketahui, Friendster adalah pendahulu market ini. Facebook mencoba untuk mengimprovisasi apa yang sudah mereka lakukan dan mengidentifikasi kekurangan/kesalahan mereka. Maka dari itu, Facebook memang lebih ditekankan pada kinerja (performance) sebab ia memang terbukti “lebih” cepat, besar, dan lebih baik. Juga sebagai penyedia game dan aplikasi bagi para gamers dan orang-orang yang suka mengembangkan aplikasi.

3.     Channels

Bagian ini menggambarkan bagaimana social network yang ini berkomunikasi dengan segmen pelanggannya dan menjangkau mereka untuk memberikan proposisi nilai. Yang pertama, tentu saja official website dari social network ini (www.facebook.com) sebagai wadah yang memudahkan pelanggan untuk mendapatkan informasi dan promosi terkait. Yang kedua, mempromosikan social network ini lewat facebook.com/ads. Dan yang terakhir, facebook.com/developers dimana facebook game developers bisa menambahkan fitur sosial ke dalam games mereka agar para pemain bisa mendapatkan social experiences yang baru.

4.     Customer Relationships

Bagian ini menjelaskan bagaimana hubungan yang Facebook bangun bersama segmen pelanggannya. Jenis hubungan yang mereka bangun dan pertahankan adalah sticky and long-term. Maksudnya, profil yang dimiliki oleh seseorang di facebook bersifat bertahan dalam jangka waktu panjang dan seorang pemilik account itu pasti memiliki keterikatan yang begitu mendalam dengan personal profilnya, ia bisa mengupdate nya terus dan senantiasa membuat profilnya menarik setiap saat. Yang kedua, community. Saya percaya bahwa seluruh dunia dapat berubah menjadi sebuah komunitas yang penuh cinta manusiawi dan kepedulian (saling bertukar pikiran, saling membantu memecahkan masalah, dll). Facebook sangat memfungsikan dirinya sebagai alat penyalur hal-hal tersebut. Facebook memampukan para penggunanya untuk sukses dalam kehidupan sosial maupun bisnis untuk mencapai tujuan global dan pribadi.

5.     Revenue Streams

Bagian ini menjelaskan bagaimana uang tunai yang dihasilkan perusahaan dari pelanggan. Yang pertama pendapatan dari periklanan yang dihasilkan dari jika ada produk/layanan tertentu yang mempromosikannya melalui situs social network ini.  Yang kedua, developer yang menggunakan Facebook Payments akan memiliki saldo developer dengan Facebook. Setiap kali mereka selesai melakukan penjualan pada platform Facebook, Facebook akan mengkreditkan dana hasil penjualan itu, mengurangi biaya layanannya untuk saldo developer. Facebook akan mendapatkan biaya layanan 30%, ditambah pajak penjualan atau PPN yang berlaku, setiap ada transaksi Facebook Payment pada platformnya.

6.     Key Resources

Bagian ini akan menjelaskan aset-aset terpenting apa saja yang diperlukan agar model bisnis ini dapat berfungsi. Sumber daya yang dibutuhkan adalah software and network engineers, alias orang-orang yang mahir teknologi dan soal jaringan. Juga brand, sebagai sumber utama penarik pelanggan. Database dari pelanggan juga merupakan sumber daya utama yang meskipun tidak selalu bisa dikembangkan, namun jika dipertahankan, akan menjadi nilai yang luar biasa bagi keberadaan Facebook.

7.     Key Activities

Bagian ini akan menjelaskan hal-hal terpenting yang harus dilakukan agar model bisnis ini dapat bekerja. Sebagai model bisnis sebuah jaringan, aktivitas “kunci” yang terkait adalah segala yang berhubungan dengan perawatan software dna network. Facebook harus terus menerus mengembangkannya untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat dalam situs jejaring sosial.

8.     Key Partnerships

Bagian ini lebih menggambarkan mengenai jaringan mitra yang berpotensi membuat model bisnis ini dapat bekerja. Key partnerships Facebook adalah software development company yang mereka percaya dapat menyarankan yang terbaik dan membantu memecahkan jika ada masalah kerumitan set-up dan sebagainya. Key partner satu lagi adalah PayPal. PayPal juga telah meluncurkan aplikasi Facebook yang memungkinkan pengguna mengirim uang ke orang lain.

9.     Cost Structures

Bagian yang terakhir ini menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan model bisnis ini. Yang pertama dari employee yang terlatih dan berpengalaman dengan jumlah cukup besar (3000 orang) untuk mengoperasikan social network ini. Lalu juga teknologi dan perawatannya. Investasi dan maintenance pada infrastruktur teknologi sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan model bisnis Facebook.

Tentang IDEO (Assignment #6)

Post saya kali ini akan membahas tentang IDEO. Saya akan mencoba meninjau perusahaan ini dari 2 hal:

Yang pertama, apakah IDEO itu?

IDEO adalah perusahaan konsultan global yang berpusat pada manusia, yang membantu organisasi di sektor publik dan swasta tumbuh dan berinovasi dengan berbasiskan desain. Mereka membuat perusahan-perusahaan dan brand baru, mendesain produk, jasa layanan, ruangan, juga pengalaman interaktif yang membuat mereka lebih lively, alias lebih hidup. IDEO membantu organisasi-organisasi membangun budaya kreatif dan sistem internal perusahaan yang dibutuhkan untuk mempertahankan inovasi dan memulai usaha baru. Perusahaan ini memiliki visi besar yaitu membantu organisasi-organisasi dalam mengembangkan kemampuan , berinovasi, dan untuk tumbuh menjadi suatu perusahaan yang lebih besar.

Kedua, metode pendekatan IDEO: Design Thinking

Saya mengutip kata-kata berikut ini dari website resmi IDEO: “Thinking like a designer can transform the way organizations develop products, services, processes, and strategy. This approach, which IDEO calls design thinking, brings together what is desirable from a human point of view with what is technologically feasible and economically viable.” Cara pendekatan ini luar biasa karena hal ini juga memungkinkan orang yang tidak terlatih sebagai desainer dapat menggunakan alat kreatif untuk mengatasi berbagai macam tantangan. IDEO, dibawah proses pemikiran desain ini, menggunakan baik alat analisis maupun teknik generatif untuk membantu klien melihat bagaimana operasi mereka baru atau yang sudah ada bisa melihat di masa depan – dan membangun peta jalan untuk sampai ke sana. Semua pekerjaan IDEO dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan klien dan kebutuhan pelanggan. Tujuan IDEO adalah untuk memberikan strategi yang tepat, ditindaklanjuti, dan dibuat jadi nyata. Hasilnya: jalan baru dan inovatif untuk pertumbuhan yang didasarkan pada kelayakan usaha dan keinginan pasar.

IDEO juga telah berhasil meraih beberapa penghargaan, seperti masuk dalam daftar Fast Company dari 25 perusahaan terinovatif, juga pernah tercatat sebagai salah satu perusahaan paling inovatif sedunia oleh Boston Consulting Group (BusinessWeek), dan lain sebagainya.

Salam kreatif!

:)

THE INNOVATIVE AMAZON.COM (MIDTERM ASSIGNMENT)

ONLINE SHOPPING !!!!!!!

Yap, kayaknya udah ngga gitu jaman lagi belanja konvensional, yaitu pergi ke tempat dimana barang yang kita cari hanya ada di tempat itu. Mending belanja lewat Internet. Belanja lewat Internet, alias belanja online, banyak keuntungannya lho, dari mulai uang ngga habis banyak, bisa menghemat banyak waktu, dan ngga repot bawa-bawa tentengan yang banyak.

Perkembangan toko online kini sudah semakin marak, didukung oleh infrastruktur internet yang mulai menjangkau ke seluruh pelosok Indonesia, kemudahan sistem pembayaran online dan tingkat kepercayaan dari masyarakat pun semakin tinggi akan transaksi jual-beli menggunakan jasa internet.

Nah, sekarang, mari simak tulisan saya kali ini yang memperkenalkan situs belanja yang paling inovatif dan menarik untuk dikunjungi:

……

Tatarataraaaaa…..

Amazon.com!!!

Ok, tidak dapat kita pungkiri lagi, Amazon.com merupakan salah satu pionir bisnis e-Commerce. Dengan tidak perlu menyewa showroom ataupun toko buku konvensional, Amazon.com menawarkan harga buku yang tentunya lebih murah bahkan sampai 50% ke atas dari harga asli.

INOVASI PADA TEKNOLOGI:

Yang terbesit pada pikiran Jeff Bedoz ketika mendirikan Amazon.com adalah bahwa perusahaan berbasiskan Internet akan memiliki kemampuan untuk menawarkan barang cetakan yang lebih luas cakupannya kepada konsumen. Maka, yang bisa disebut inovasi pada bagian teknologi disini adalah teknologi layanan web (atau bahasa Inggrisnya, Web Service).

Teknologi ini definisinya adalah pertukaran data antara aplikasi yang menggunakan data (service requestor) dengan penyedianya (service provider) menggunakan service registry dalam salah satu teknologi (seperti XML-RPC, SOAP, dll). Gambar dibawah ini untuk menjelaskan bagaimana layanan Web Services bekerja (Amazon.com sebagai service provider dan kliennya sebagai service requestor):

Selain memudahkan transaksi dengan rekanan atau Business to Business (B2B), berkat teknologi ini, pelanggan dapat dengan mudah membeli buku dengan berbagai fasilitas yang disediakan Amazon.com seperti:

  • Informasi lengkap mengenai rating buku tersebut serta review/sinopsisnya
  • Search engine yang sangat memudahkan pencarian judul, pengarang, penerbit, tahun terbit buku yang bersangkutan. Pokoknya informasi apapun yang kita punya dari buku itu
  • Tombol yang hanya perlu di”klik” satu kali untuk dapat membeli buku yang diinginkan

INOVASI PADA PROSES:

Proses pengembangan bisnis Amazon.com dilakukan dengan adanya 2 penjual, yang pertama Amazon sendiri dan yang kedua, bagi siapa saja yang ingin menjual produk di Amazon.com. Jadi, kita juga bisa memperoleh penghasilan dari Amazon.com. Menarik bukan? Inilah program association Amazon.com, dimana Amazon.com menerapkan model affiliate marketing PPS (Pay Per Scale). Amazon akan memberikan kode-kode khusus yang akan menentukan komisi setiap transaksi yang dihasilkan dari kode-kode tersebut.  Sederhananya, kita hanya perlu memasang iklan dari Amazon.com di website kita, kemudian jika ada orang lain yang mengeklik dan jadi membeli produk yang ia pilih itu, kita akan dibayar oleh Amazon.com.

Sebuah proses yang mereka aplikasikan juga untuk menciptakan efisiensi adalah mengurangi stok buku. Jadi, sebagian besar buku yang ada di website itu sebenarnya “belum tentu” ready-stock lho. Cara ini benar-benar terasa efisiensinya karena dengan demikian, mereka mengurangi jumlah uang diam yang istilahnya “lumutan” di stok buku seperti di toko-toko buku biasa.

INOVASI PADA PRODUK/JASA:

Dalam prosesnya menjadi salah satu penyedia layanan infrastruktur E-Commerce terpenting, Amazon menciptakan Amazon Web Services, yaitu serangkaian layanan inovatif yang berkisar pada kategori Compute, Content Delivery, Database, Deployment & Management, Application Services, Software, Networking, Payments & Billing, Storate, dan Web Traffic.

Termasuk di dalam rangkaian servis tersebut adalah Amazon S3 dan Amazon EC2. Dengan layanan Amazon Simple Storage Systems (Amazon S3) saat ini perusahaan menggunakan infrastruktur TI miliknya untuk menyediakan tempat penyimpanan online kepada perusahaan lain dengan harga terendah. Sehingga, layanan hosting video online dapat menyimpan semua video pelanggan dalam infrastruktur Amazon, bukannya membeli dan memelihara servernya sendiri. Sementara dengan Amazon Elastic Computing Cloud (Amazon EC2) menawarkan kemampuan yang berhubungan dengan komputer dari Amaozon.com kepada klien luar.

Amazon EC2

Amazon S3

Masih banyak servis2 inovatif yang ditawarkan Amazon Web Services seperti list di bawah ini:

  • Amazon Elastic Map Reduce (Amazon EMR): Layanan web yang membuat pengguna harus khawatir tentang memakan waktu set-up, manajemen atau tuning cluster Hadoop atau kapasitas komputasi atas mana mereka duduk.
  • Amazon Relational Database Service (Amazon RDS): Layanan web yang menyediakan kapasitas biaya-efisien dan resizable sambil mengelola tugas database yang memakan waktu administrasi.
  • Amazon CloudWatch: Amazon CloudWatch menyediakan solusi pemantauan handal, terukur, dan fleksibel sehingga orang tidak lagi perlu mengatur, mengelola, atau skala sistem pemantauan sendiri dan infrastruktur.
  • Amazon Virtual Private Cloud: Dengan layanan ini, orang dapat dengan mudah menyesuaikan konfigurasi jaringan. Misalnya, kita dapat membuat subnet publik-menghadap untuk webservers kita yang memiliki akses ke Internet, dan menempatkan sistem backend kita seperti database atau server aplikasi dalam sebuah subnet privat-menghadap tanpa akses Internet.
  • Amazon Mechanical Turk: Amazon Mechanical Turk adalah pasar untuk pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan manusia. Layanan Mechanical Turk web memungkinkan perusahaan untuk pemrograman mengakses pasar dan, beragam on-demand tenaga kerja.

INOVASI PADA MODEL BISNIS:

Bisnis Model Amazon.com: Amazon S3 & EC2

Di bawah kepemimpinan Jeff Bezos, Amazon.com menciptakan sebuah model bisnis yang berpotensi menghasilkan sumber pendapatan yang signifikan bagi perusahaan. Kekuatan model bisnis Amazon ini adalah bagaimana mereka menjangkau pelanggan dalam jumlah yang luar biasa banyak dan besarnya jenis produk yang dijual.  Amazon menitikberatkan biaya utamanya pada pemenuhan order, teknologi, dan konten, pokoknya aktivitas-aktivitas yang membuatnya unggul. Sementara mungkin margin yang kecil menjadi kelemahan dari model bisnis Amazon, dikarenakan produk-produk yang dijualnya adalah barang-barang murah dan marginnya rendah seperti CD musik, buku, dll.

Berikut ini beberapa contoh perkembangan model bisnis Amazon yang pernah direalisasikan:

  • Pada tahun 1998, Amazon membuat 2 lelang online dan tempat pasar online. Amazon melakukan ini karena ingin menambahkan transaksi lelang online di websitenya di tengah kesuksesan dunia maya. Harga barang ditentukan tetap, namun lelang hanya dikenakan pada barangnya, bukan harganya. Amazon.com menyebut ini “zshop” dan dengan zshop ini, Amazon.com berhasil meraih lebih dari 100 pedagang untuk menyewa ruang di Amazon.com
  • Pada awal tahun 2000, Amazon.com mengembangkan model bisnisnya dengan melakukan kerjasama modal dengan pengecer online merk tertentu untuk memasang iklan di websitenya; dan pada bulan Agustusnya melakukan aliansi strategik dengan ToysRus.com untuk mengoperasikan toko mainan dan video.
  • Tahun 2001, Amazon.com beraliansi kembali lewat katalog dengan All-Class MetalCrafters, AT&T Wireless, Borders, Catalog City, Circuit, Egghead.com, Target, Waterstone, dan Wusthof.

Melihat jauh ke depan, Jeff Bezos melakukan 2 pendekatan untuk membangun model bisnis Amazon.com yang baru. Yang pertama, mereka membangun bisnis retail online yang berfokus terus menerus pada kepuasan pelanggan dan pemenuhan order yang efisien. Dan yang kedua, mereka berusaha untuk terus meningkatkan inisiatif di bidang baru.

PREDIKSI INOVASI DAN SARAN KE DEPAN:

Amazon.com sepertinya akan terus mengembangkan model bisnisnya ke kategori-kategori lain, seperti yang mereka pernah lakukan di tahun-tahun sebelumnya. Mereka akan terus menawarkan banyak produk dan servis, melakukan aliansi-aliansi strategik dengan model bisnis lainnya. Hanya saja, mereka harus siap dan memiliki strategi yang jitu untuk bersaing. Seperti misalnya, aplikasi mendownload musik sekarang sudah tersedia di toko mp3 Amazon.com. Amazon.com tentu harus punya “ruang” untuk persaingan harga yang lebih dengan Apple, si market leader. 

Amazon harus melakukan inovasi-inovasi yang lebih “berani” lagi, misalnya dengan mengalahkan dan menjadi unggul diantara pasar Android yang menjual berbagai aplikasi berbasis Google Android. Menantang Google di kandang Google sendiri, bisa dengan membuat saran-saran personal yang ditujukan ke pelanggan. Pengalaman bertahun-tahun Amazon yang berkecimpung di dalam bisnis online shop pasti bisa memperlengkapinya.

Apa yang bisa menjadi keunggulan Amazon dibandingkan Android Market yang menjual dan mendistribusikan berbagai konten dan aplikasi berbasis Google Android? Pertama, tentu saja kemampuan Amazon dalam membuat rekomendasi yang personal bagi pelanggannya. Rekomendasi personal sampai saat ini belum tampak di Android Market. Kedua, pengalaman bertahun-tahun Amazon dalam mengelola e-commerce pasti akan mempengaruhi keberhasilannya dalam mengelola pasar konten dan aplikasi. Tidak menutup kemungkinan, Kindle juga akan bertransformasi dari e-book reader menjadi tablet PC. Inovasi yg berani sekaligus masuk akal.

Saya percaya aplikasi android Amazon dapat mengalahkan Google Android Market dan Kindle (e-book readernya) dapat bertransformasi menjadi tablet PC. Kedepannya, Amazon.com sebagai bisnis retail bermargin rendah, harus lebih efisien lagi dalam biaya, mereka harus membuat layanan webnya dengan harga yang jauh lebih murah. Dan yang terpenting, tetaplah menjadi Amazon.com yang selalu mengutamakan prinsip “membiarkan pelanggan memilih apa yang mereka inginkan”.  :D

Kisah Malam Minggu (Assignment #5)

Hari Sabtu tiba. Saatnya Louis Pasteur yang lelah bekerja setiap hari dari pagi hingga malam untuk mengajak istri dan anak-anaknya bermalam minggu ria di tengah keramaian kota. Malam itu pergilah Louis beserta istrinya, Isebel, dan kedua anaknya, si kembar Galileo dan Galilei untuk membeli dobel cheese burger, sebuah menu baru di Café Aristotle yang cukup jauh dari rumah mereka.

Alhasil, sesampainya disana, kafe itu penuh dan lebih sialnya dobel cheese burger pada saat itu sudah out-of-stock! Apa boleh buat, tidak bisa mencicipi burger spesial dengan saus jamur dan lapisan keju Swiss tersebut, akhirnya Louis sekeluarga makan nasi timbel di Rumah Makan Kang Euclid yang konon katanya wajahnya mirip tokoh-tokoh di cerita fabel. Saat Louis sekeluarga sedang menikmati nasi timbel sebagai santapan mereka malam itu, tiba-tiba seorang pria bertubuh besar menepok pundak Louis dari belakang. Ternyata itu Moses! Louis begitu terkejut melihat teman lamanya yang dulu di SMP sering dianggap tidak bisa apa-apa dan selalu jadi bahan bully-an teman-teman mereka nampak begitu keren dan all-settled. Mereka pun saling berbagi cerita. Rupanya Moses sekarang telah menjadi pengusaha sukses yang memiliki bisnis hampir di seluruh kota-kota besar di negeri ini. Salah satu perusahaannya yang terkenal suksesnya adalah perusahaan mebel ukir yang sudah melayani pembelian partai besar, furniture siap kirim ke seluruh benua Asia, dan terima desain sesuai permintaan pelanggan.

Selesai ngobrol-ngobrol dengan Moses dan menikmati nasi timbel Kang Euclid, Louis dan keluarganya pun melanjutkan tamasya malam minggu mereka. Mereka memutuskan untuk menelusuri Jalan Broga, jalan yang menyerupai Champs Elysees di Kota Paris dengan gemerlap lampu dan barisan toko-toko di kanan kirinya. Di tengah jalan, sepatu tinggi Isebel, istri Louis, tiba-tiba sol nya lepas karena mengejar Galileo Galilei yang berkeliaran di sepanjang Jalan Broga. Kebetulan, tidak jauh dari tempat kejadian, ada toko sepatu Charles & Darwin. Mereka coba saja kesana, siapa tahu bisa nambal sepatu. Shih Huang Ti, pemilik toko sepatu bergengsi dan yang ragamnya berjubel itu menawarkan model terbaru di bulan Augustus ini: Caesar’s Heels. Tanpa berpikir panjang lagi dan sudah kasihan melihat istrinya kewalahan dengan sepatu yang copot sebelah itu, Louis langsung membelikan sepasang Caesar’s Heels untuk Isebel.

Pulang dari jalan-jalan malam minggu, tiba-tiba di halaman depan rumah Louis sudah berdiri 5 orang teman-teman Galileo dan Galilei. SURPRISEEE!!! Yap, mereka berdiri tepat pukul 00.00 pagi, tepat di hari ulang tahun Galileo dan Galilei yang ke-18. Nicolaus dan Copernicus sudah menyiapkan kue tart red velvet semerah sambel makassar sementara Antoine, Laurent, dan Lavoisier diam-diam sudah menghias dapul rumah Galileo dan Galilei dengan tulisan-tulisan Happy Birthday dalam berbagai bahasa. Sungguh malam minggu yang tak terlupakan bagi Louis dan keluarga. :D

Terimakasih sudah membaca cerita ini. Semoga terhibur :)

Internet: Inovasi Terinovatif dalam Hidup(Ku) (Assignment #4)

Kadang aku berpikir, siapa sih yang mau bertahan di dalam kehidupan primitif dengan berbagai adat yang mengikat dan membuat semua berada dalam keterbatasan? Seorang nenek-nenek pun mendambakan sesuatu yang baru dalam hidupnya, biar kata se-tua apapun dia. Ya, menurutku, setiap orang haus akan sesuatu yang baru, demikian juga aku. Kini semakin banyak ide yang diwujudkan sebagai suatu penemuan baru, inovasi, yang berguna bagi kehidupan kita.Berbagai ilmu yang terus berkembang, alat praktikum dan laboratorium juga semakin canggih, dan lain sebagainya.

MENGAPA “INTERNET”?

Internet adalah sesuatu yang mampu melampaui kecepatan manusia bergerak dan hampir tidak mengenal masalah “jarak” tempuh manusia. Secara luas, manfaat internet sudah sangat dapat dirasakan sejak ia pertama hadir di tengah kehidupan manusia. Rasanya mulai dari individual, instansi sampai setinggi negara sudah sangat merasakan kegunaannya. Mungkin disini aku akan lebih membahas bagaimana internet sangat berguna bagi seorang pelajar sepertiku. Hmm… jika diingat-ingat kembali, mencari informasi tentang SMA maupun universitas favorit cukup jelas dengan menengok websitenya (bahasa kerennya: melakukan e-search :D). Jika ingin tahu bagaimana mendaftarnya, tinggal melihat website yang membuat jauh lebih cepat, efektif, dan efisien. Bagiku internet adalah inovasi terbesar dan terpenting dalam hidupku kini. Penggunaan internet yang efektif tentu banyak memberikan manfaat, terutama di usiaku sebagai pelajar yang masih mudah beradaptasi dalam mengenali suatu hal. Generasiku adalah generasi yang serba cepat dan mahir bahkan mengetahui banyak hal daripada orang-orang yang mengajar kita.  

Berikut beberapa hal yang dapat aku share akan kegunaan internet dalam kehidupanku sebagai pelajar:

  • Kehadiran internet membuat keingintahuanku sebagai siswa terjawab. Internet menyediakan berbagai informasi yang kemungkinan besar menjawab pertanyaan setiap orang. Kalaupun aku tidak menemukan jawabannya, aku bisa saja bertanya dengan teman atau saudara yang jauh disana dengan menggunakan situs social network. Sebagai pelajar, semakin banyak hal yang aku ketahui, maka aku percaya aku akan semakin kritis dalam berpikir, semakin bijak dalam bersikap, dan semakin pandai dalam berkata-kata.
  • Internet menyediakan fasilitas lengkap dan memberikan banyak fungsi. Dibandingkan cara pembelajaran secara konvensional, tentu fasilitas yang disediakan internet jauh lebih lengkap, efisien dan efektif. Contohnya mengakses e-learning yang dampak positifnya adalah penghematan kertas. Skor pun langsung bisa dilihat dan tidak perlu capek-capek mengoreksi secara manual. Oh, yang tidak kalah penting juga ialah bagaimana internet menyajikan banyak informasi lengkap sebagai “referensi” untukku dalam mengerjakan tugas. Mungkin saja nanti referensi skripsi ku akan banyak mengambil dari e-book.
  • Internet sebagai tempatku bebas mengekspresikan diri. Aku percaya setiap pelajar memiliki kemampuan juga kreatifitas yang pantas untuk diapresiasi. Contohnya saja membuat blog, seperti tugas mata kuliahku ini. Lembar demi lembar dapat kutuliskan hal-hal yang mencirikan diriku sendiri maupun pendapat dan imajinasiku. Tidak hanya tulisan, gambar, dan informasi, tetapi desain latar belakang blog pun bisa divariasikan sesuai keinginanku. Dengan ini, aku juga dapat melihat karakter teman-temanku yang lain, siapa yang jiwanya periang, easy going, paling kreatif, sering galau (hehehe), ingin eksis, dan lain-lain.
  • Dunia terasa kecil dengan adanya internet. Jarak puluhan kilometer ke sekolah maupun kampus menjadi dekat dengan mengumpulkan tugas lewat e-mail atau blog seperti yang sedang kukerjakan saat ini. Tapiiiiiiii….itu artinya sebagai pelajar aku harus tahu diri, harus tetap ontime karena jarak sudah bukan masalah. Ya, biar kata kecepatan akses internet di Indonesia ngga secepat di negara-negara lain yang lebih maju, tapi setidaknya masih lebih cepat daripada mengendarai kendaraan kan.. Jadi, kehadiran internet sangat memudahkan guru/dosen berkomunikasi dengan siswanya. Guru/dosen tinggal menentukan “deadline” saja.
  • Melalui internet, aku dapat melihat sajian rangkaian kegiatan belajar mengajar dari dosenku dengan lebih modern dan menakjubkan. Beberapa kali aku teringat dosenku memperlihatkan secara langsung yang ia sedang ajarkan dengan memaparkan beberapa sumber. Mengerjakan tugas yang sekalipun “bertumpuk” juga jadi lebih menarik dibumbui hal-hal modern.

Internet membawa kita semua berubah ke arah kemajuan. Coba bayangkan andai kehidupan ini tidak berkembang sejak 20 tahun silam, bisa-bisa kita masih menggunakan batu sabak sebagai alat tulis ditengah hebohnya penggunaan internet. Begitu memperihatinkan, bukan?

Setiap hari mungkin aku tidak pernah lepas dari penggunaan internet, dari mulai mencari sumber untuk tugas kuliah, mengirim tugas lewat e-mail, update akan informasi-informasi kuliah atau himpunan, sampai mengisi waktu luang dengan men-download video musik, lagu mp3, atau iseng-iseng buka situs-situs jejaring sosial yang aku miliki seperti facebook, twitter, tumblr. So, this really is the reason why I’m saying that internet is the most innovative ever happen in my life, because it simply is a “part” of my daily life. 

Beruntung bagi kita yang mengenal apa dan bagaimana internet di usia muda. Begitu banyak orang di pedalaman negara kita Indonesia ini yang belum tahu bahkan apa internet itu. Dengan keadaan mereka yang serba terbatas dan sederhana, mereka menjalani hidup apa adanya diantara gemerlap dunia serba modern dan canggih di era globalisasi ini. Maka dari itu, kita harus bersyukur memiliki pemahaman yang cukup untuk mengoperasikan hardware dan software untuk menggunakan internet. Manfaat yang baik dari menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari dapat dirasakan hanya jika kita mampu menggunakannya secara cerdas, efisien, dan sesuai kebutuhan kita.

Cheers!!

Apple: The King of Creativity and Innovation (Assignment #3)

Halo semuanya! Posting ini sebenarnya merupakan lanjutan dari posting sebelumnya. Jika pada posting sebelumnya saya menulis tentang pentingnya kreativitas dan tokoh ter-kreatif untuk saya, kali ini saya akan membahas mengenai “perusahaan” yang bagi saya adalah raja dari segala kreativitas dan inovasi: Apple.

MacIntosh

MacIntosh adalah salah satu produk yang membawa Apple kepada kesuksesan. MacIntosh pertama diluncurkan pada tahun 1984 dengan iklan televisi dengan pernyataan, “On January 24, Apple Computer will introduce MacIntosh. And you’ll see why 1984 won’t be like ’1984′” — maksud dari kata-kata tersebut adalah MaciIntosh yang baru akan membebaskan komputer dan informasi dari kekangan perusahaan besar dan technocrats. Apple juga membuahkan konsep pewarta Apple (Apple evangelist) yang dipelopori oleh karyawan Apple bernama Guy Kawasaki.

“Steve Jobs dan MacIntosh pertama yang dikenal sebagai MacIntosh 128K”

Walaupun ada kekhawatiran mengenai kurangnya piranti lunak yang tersedia, layar hitam putih dan arkitekturnya yang terutup, merek MacIntosh pada akhirnya menjadi produk yang berhasil bagi Apple bahkan sampai hari ini. Saya pribadi merasa bahwa kesuksesan itu jauh lebih besar dari kenyataannya. Walaupun Apple memberi lisensi untuk beberapa produk lainnya mereka tidak pernah memberikan izin perusahaan lain untuk membuat komputer yang kompatibel dengan MacIntosh sehingga Microsoft bisa mendominasi pangsa pasar yang ada.

 

Masih banyak lagi perangkat lunak maupun perangkat keras seperti iPhone, iPad, Macbook, hingga iTunes yang menjadikan perusahaan bentukan Wozniak si konseptor kreatif dan Jobs si perancang produk bertalenta ini mempunyai tingkat penjualan yang begitu besar. Kreativitas dan inovasi terus berjalan seiring Jobs dan Wozniak membentuk Apple. Perusahaan ini merupakan perusahaan ter-kreatif bagi saya juga karena Apple (Apple II) tercatat sebagai personal computer komersial pertama yang sukses menampilkan CPU, keyboard, grafis warna, dan floppy disk drive. 

“Kesatuan perangkat ciptaan Apple bagi berbagai kebutuhan dan lifestyle”

Steve Wozniak dalam seminar Creativity and Innovation yang diadakan di Jakarta Juli lalu mengaku bahwa Apple tidak pernah memikirkan perusahaan yang menjadi pesaingnya. Apple hanya fokus menciptakan produk bermutu yang bermanfaat bagi banyak orang. Kekreativitasan Apple juga amat tercermin dari bagaimana pendirinya memulai semuanya dengan sesuatu yang sederhana, namun tanpa meninggalkan detail, sehingga ide kemudian datang menyusul tanpa pernah terduga. Dan yang terpenting, Apple memberikan contoh kepada kita agar terbuka sehingga dapat mengidentifikasi orang-orang kreatif yang bisa direkrut untuk memperlancar usaha. So, marilah kita sebagai calon pelaku bisnis maupun yang sudah menjadi pelaku bisnis untuk mau terbuka dan berbagi, serta memiliki mindset bahwa motivasi diri untuk melakukan sesuatu itu jauh lebih bernilai ketimbang uang.

Cheers!

Creativity and My Most Creative Figure (Assignment #2)

Dalam hidup setiap orang, kreativitas merupakan aspek yang tidak kalah penting dengan aspek-aspek kehidupan lainnya. Treffinger (dalam Reni Akbar Hawad, dkk, 2001:13) mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang tidak memiliki kreativitas. Bagi saya, kreativitas merupakan suatu kemampuan yang amat berarti dalam proses kehidupan seseorang. Ada beberapa hal yang dapat saya share mengenai pentingnya kreatifvitas dalam kehidupan secara nyata.

1. Tingkat kualitas dari kinerja, karya, ide dan perbuatan manusia dapat diantisipasi dari sejauh mana seseorang memiliki tingkat kreativitas tertentu. Dengan kreatifnya seseorang dapat melakukan pendekatan secara bervariasi dan memiliki bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu persoalan. Dari potensi kreatifnya, seseorang dapat menunjukkan hasil perbuatan, kinerja/karya, baik dalam bentuk barang maupun gagasan secara bermakna dan berkualitas.

2. Jika seseorang memiliki kreativitas tinggi, maka dapat mengembangakan dirinya secara optimal untuk menciptakan kreasi baru demi kelangsungan hidup.

3. Menerapkan kreativitas sejak dini juga sangat terasa manfaatnya. Siswa yang kreatif dapat tersalur dan teraktualisasi secara optimal apabila pengelolaan, pengembangan, dan peningkatan kreativitas tersebut mencakup potensi akademik maupun non akademik.

4. Kita hidup di era dimana kita dituntut untuk selalu berpikir kreatif. Persaingan dalam usaha manapun saat ini begitu ketat. Orang boleh punya banyak modal dan kemampuan, tetapi kreativitas dan semangat yang tiada akhir untuk berjuang lah yang menjadi nilai tambah untuk kita bertahan hidup di dunia yang unpredictable ini.

5. Untuk orang yang berkecimpung di dunia bisnis, kreativitaslah yang membawa kita untuk menciptakan sebuah produk yang “tepat” di hati target pelanggan. Pelanggan akan merasa sangat dipuaskan dengan kegunaan produk tersebut, bahkan dapat menjadi lebih dari yang sekedar dibutuhkan dan diinginkan.

“Steve Jobs”

Menurut saya, banyak sekali orang yang kreatif di dunia ini. Namun, yang paling saya kagumi kekreativitasannya adalah Steve Jobs. Steve Jobs, CEO Apple Macintosh yang luar biasa, adalah contoh paling konkrit soal kejeniusan dan bakat bagi saya. Ironis memang, bahwa ia sempat di “kick” dari Apple, perusahaan yang didirikannya itu. Orang-orang kreatif memang pada umumnya cerdas, tetapi di sisi lain mereka tidak segan-segan untuk menyalurkan ide-ide “gila” dalam memandang persoalan. Dalam jangka waktu relatif pendek, Steve Jobs membawa Pixar menjadi perusahaan terkemuka dalam bidang produksi film animasi. Film serial Toy Story yang menyegarkan itulah proyek pertamanya.

Pixar menjadi perusahaan yang begitu disegani karena kreativitasnya. Steve Jobs berhasil mengubah wajah dunia film dan grafis melaluinya. Ia pun sempat menjadi bagian dari Board of Directors-nya. Cerita inilah yang sangat memberikan inspirasi bagi saya dari seorang Steve Jobs. Ketimbang terpaku sejak awal pada satu macam penyelesaian, ia justru berpikir divergen, alias mengeluarkan seberagam mungkin ide yang terpikir olehnya.

Setelah ditendang, akhirnya Steve Jobs ditarik kembali oleh Apple untuk menjadi CEO Apple. Setelah itu, Apple kembali menjadi perusahaan sensasional dan meraih perhatian dunia berkat kreativitas dan imajinasi Steve Jobs. Ia berhasil mengubah citra produk perusahaan ini yang begitu mahal menjadi produk hebat yang memiliki harga relatif terjangkau. Inovasi teranyar Steve yang juga dahsyat adalah iPod. Sungguh menakjubkan bagaimana ia melakukan revolusi besar pada dunia digital sound/digital music.

Dalam pidatonya di Universitas Stanford, Steve Jobs berkata: Pekerjaanmu akan mengisi sebagian besar hidupmu, dan satu-satunya cara untuk benar-benar puas adalah dengan melakukan apa yang kamu yakini sebagai mahakarya. Dan satu-catunya cara menciptakan mahakarya adalah dengan mencintai pekerjaanmu. Jika kamu belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan diam saja. Dengan sepenuh hati, kamu akan tahu ketika kamu telah menemukannya.” Steve memang luar biasa, ia menginspirasi kita dengan mengungkapkan motivasi yang sejati, datang dari hati nurani.

Tak malu berinovasi dari ide-ide orang lain, Steve Jobs  pernah mengingat perkataan Picasso seorang pelukis dunia dalam kutipannya berikut: “Picasso berkata bahwa artis yang baik itu meniru, artis yang hebat mencuri. Dan kami selalu berani mengambil ide-ide besar dan saya pikir bagian yang membuat Macintosh menjadi hebat adalah orang-orang yang berkontribusi padanya merupakan musisi, pujangga dan seniman, zoologis serta ahli sejarah, yang kebetulan juga merupakan ilmuwan komputer terbaik di dunia.” Dia memang pernah menyinggung Bill Gates bahwa Windows ciptaan Bill Gates menyontek karyanya, tapi Steve Jobs disadari oleh perkataan Bill Gates bahwa mereka sama-sama berniat mencuri dari Xerox. Hal ini lah yang membuat saya memilih Steve Jobs sebagai tokoh yang paling kreatif untuk saya, ia memberikan pesan pada saya untuk jangan takut belajar dengan cara meniru dan memodifikasi. Inspirasi kebanyakan datang dari orang lain.

Suatu hal yang juga dapat kita teladani dari tips dibalik otak Steve yang kreatif juga inovatif itu adalah sebuah perkataannya yang simpel: “You’ve got to find what you love”. Disini dapat kita pahami, bahwa penentu pikiran kreatif dan imajinasi tinggi ialah kecintaan dan passion kita akan itu.

Beliau memang telah tiada, tetapi kepemimpinannya dan kreativitasnya telah mengajarkan kita cara-cara untuk berhasil dengan memiliki visi yang jelas dan inovasi yang berkualitas. Mari jadikan kehidupan kita nantinya sebagai pribadi yang dikenang sebagai pemberi inspirasi.

Salam kreatif!

Dibalik Sebuah Nama (Assignment #1)

Ok, sebelumnya perkenalkan dulu, namaku Astrid Saraswati Tanjung, lahir di Jakarta pada tanggal 17 Februari 1991. Aku terlahir sebagai anak pertama di keluarga inti aku, dan cucu pertama dari pihak keluarga Ayah dan Ibu. Dalam bahasa Batak, aku ini istilahnya “Boru Panggoaran”. Ungkapan ini bagi kami orang Batak sangat dalam sebagai rasa bahagia dan bangga atas hadirnya putri tercinta yang pertama kali membuat orangtua bergelar menjadi Amang (bapak) ni si Astrid/Inang (ibu) ni si Astrid, misalnya. Ngga seperti orang lain yang kebanyakan namanya adalah pemberian dari orang tua mereka, namaku ini diberikan oleh kedua kakek dan nenekku. Karena sudah menjadi adat Batak bahwa keberadaan boru (puteri) sangat besar artinya baik di keluarga inti maupun keluarga besar, mereka berdua pasti sudah memiliki maksud dan bukan secara abstrak menamai ku dengan nama Astrid Saraswati Tanjung.

Suatu saat, ketika masih berusia 4 atau 5 tahun, Ayah (yang akrab kupanggil “Bapak”) baru pulang dari kantor dan menceritakan bagaimana asal-usul nama “Astrid Saraswati Tanjung” itu.

Bapak kemudian menjelaskan bahwa “Astrid” merupakan nama yang diberikan oleh nenekku (ibu kandung dari ayah). “Sejak dulu, Opungmu ini sangat terinspirasi dengan nama-nama permaisuri/putri yang mahsyur dari Benua Eropa.” Ya, ia memang memiliki kerinduan untuk menamakan anak dan cucu perempuannya dengan nama ratu/permaisuri. Satu-satunya anak perempuan yang ia miliki (tanteku) dinamakannya “Elizabeth”, Ratu Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara juga Kepala Persemakmuran semenjak tahun 1952.

Astrid yang dimaksud adalah Ratu Belgia yang lahir di Swedia, 17 November 1905; putri bungsu Pangeran Charles, Duke of Vstergotland dan Putri Ingeborg dari Denmark. Bapak menjelaskan bahwa Ratu Astrid ini memiliki kehidupan yang berintegritas dan penuh teladan. Semasa hidupnya ia sangat dikagumi banyak orang oleh karena mengerjakan segala sesuatu dengan penuh ketulusan. Sifatnya yang periang dan murah hati serta cintanya yang begitu mendalam kepada suami dan anak membuatnya disegani oleh para subyeknya. Rakyat mengaguminya karena ia juga melakukan banyak amal selama hidupnya. Beberapa sumber di buku-buku sejarah, koran, dan sebagainya juga mengatakan, “Bahkan Putri Diana (Inggris) bukanlah apa-apa dibandingkan dengan kecantikan si Ratu Belgia ini dan kepeduliannya terhadap orang lain..” Wiih.. keren yaaa :) Hahaha..

Sekitar 5 tahun kemudian, aku iseng-iseng nih pergi ke Gramedia dan kepikiran untuk nyari buku arti nama, Eh..dari situ baru deh dapet nama Astrid berasal dari bahasa Gerika-Yunani, yang berarti “Seperti Bintang”. Luar biasa pula ternyata arti namaku ini ya.

Sedangkan Saraswati merupakan pemberian dari kakek (ayah kandung dari ibu). Inspirasi ini berasal dari bahasa Hindu, yang memiliki arti Dewi. Dewi Saraswati ialah dewi yang dipuja dalam agama ini; digambarkan sebagai sosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih, merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan suci akan memberikan keindahan dalam diri. Singkat cerita, empat aspek kepribadian manusia yang diinspirasikan oleh Dewi dalam mempelajari ilmu pengetahuan ialah pikiran, intelektual, waspada (mawas diri) dan ego. Di masing-masing lengan Dewi Saraswati tergenggam empat benda yang masing-masing melambangkan: pengetahuan universal, kekuatan spiritual, kesempurnaan seni dan ilmu pengetahuan.

Lalu dengan polos aku mengajukan sebuah pertanyaan simpel kepada Bapak, “Terus Pa, Bapak kasih nama apa dong?”.  Bapak cuma jawab, “Ya waktu itu mikir2, ah udah keren-keren lah nama dari opung-opungmu itu. Aku kasih “Tanjung”nya aja deh.. Hahaha.” Aku yang masih berusia 5 tahun pada saat itu mengangguk-ngangguk aja. .Nggak lama setelah itu barulah tau kalau Tanjung ternyata marga (suku Batak) yang memang pasti diturunkan kepada seorang anak dari para leluhurnya. :D

Ratu Astrid dari Belgia + Dewi Saraswati = Astrid Saraswati Tanjung :D

Ya, demikianlah saudara-saudara sekalian, asal usul nama saya.. Saya ini keberatan nama, memang.. Hahaha. Well, semua ini adalah harapan dan doa dari para pemberi nama agar keindahan arti nama tersebut dapat selalu tercermin dalam kehidupanku. Nama adalah “doa” orangtua kepada anak-anaknya dan marilah kita selalu bersyukur dan mewujudkan impian mereka lewat arti nama kita.

Cheers!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.